Apa Itu Sindrom Nefrotik, Apa Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai?

  • Whatsapp
apa itu sindrom nefrotik

Sindrom nefrotik adalah suatu kondisi yang ditkamui oleh kerusakan pada ginjal yang menyebabkan kebocoran protein dari darah ke urine. apa itu sindrom nefrotik? apa penyebabnya? Kamu perlu megetahuinya.

Sindrom nefrotik bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, baik yang bersifat primer (hanya menyerang ginjal) maupun sekunder (menyerang organ lain selain ginjal).

Beberapa contoh penyakit yang bisa menyebabkan sindrom nefrotik adalah diabetes, lupus, infeksi, kanker, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Berikut adalah tentang apa itu sindrom nefrotik? dan beberapa penyebab dan gejalanya.

Apa Itu Sindrom Nefrotik?

Sindrom nefrotik merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan seumur hidup. Pengobatan sindrom nefrotik bertujuan untuk mengontrol gejala, mencegah komplikasi, dan mengobati penyakit penyebabnya jika ada.

Pengobatan sindrom nefrotik biasanya melibatkan penggunaan obat-obatan, seperti kortikosteroid, imunosupresan, diuretik, antihipertensi, dan antikoagulan.

Selain itu, penderita sindrom nefrotik juga perlu mengubah gaya hidup mereka, seperti mengurangi asupan garam dan lemak, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, dan menghindari alkohol.

Jika kamu mengalami gejala-gejala sindrom nefrotik atau memiliki riwayat penyakit yang dapat menyebabkan sindrom nefrotik, segera periksakan diri kamu ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk menegakkan diagnosis sindrom nefrotik. Dokter juga akan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kamu.


Jenis-Jenis Obat Bagi Penderita Penyakit Sindrom Nefrotik

Pengobatan sindrom nefrotik tergantung pada penyebabnya. Tujuan pengobatan adalah untuk mengatasi penyakit yang mendasari, mengurangi gejala, dan mencegah komplikasi. Beberapa jenis obat yang bisa di gunakan untuk mengobati sindrom nefrotik adalah:

1. Obat Kortikosteroid

Seperti prednison atau metilprednisolon. Obat ini berguna untuk meredakan peradangan pada ginjal dan mengurangi proteinuria (protein dalam urine). Obat ini biasanya di berikan dalam dosis tinggi selama beberapa minggu, kemudian di turunkan secara bertahap.

2. Obat Antihipertensi

Seperti ACE inhibitor atau ARB. Obat ini berguna untuk menurunkan tekanan darah dan melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut. Obat ini juga bisa mengurangi proteinuria.

3. Obat Diuretik

Seperti furosemid atau hidroklorotiazid. Obat ini berguna untuk meningkatkan produksi urine dan mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh. Obat ini bisa mengurangi bengkak dan tekanan darah.

4. Obat Antikoagulan

Seperti warfarin atau heparin. Obat ini berguna untuk mencegah pembekuan darah yang bisa terjadi akibat kadar protein darah yang rendah. Obat ini bisa mencegah komplikasi seperti trombosis vena renalis (pembekuan darah di pembuluh vena ginjal) atau emboli paru (pembekuan darah di paru-paru).

5. Obat Imunosupresan

Seperti siklofosfamid atau azatioprin. Obat ini berguna untuk menekan sistem kekebalan tubuh yang berlebihan dan menyebabkan kerusakan pada ginjal. Obat ini biasanya di berikan jika sindrom nefrotik tidak responsif terhadap kortikosteroid atau jika penyebabnya adalah penyakit autoimun.

Selain pengobatan obat-obatan, pasien sindrom nefrotik juga perlu melakukan perubahan gaya hidup, seperti:

  • Mengonsumsi makanan rendah garam, lemak, dan kolesterol untuk mengontrol tekanan darah dan kadar lemak darah.
  • Mengonsumsi makanan tinggi protein berkualitas untuk mengganti protein yang hilang dari tubuh.
  • Mengonsumsi makanan tinggi kalium untuk mengimbangi efek samping obat diuretik yang bisa menyebabkan hipokalemia (kadar kalium darah rendah).
  • Menghindari alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang yang bisa merusak ginjal.
  • Menjaga berat badan ideal dan berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kesehatan jantung dan ginjal.
  • Memantau tekanan darah, kadar gula darah, kadar protein urine, dan fungsi ginjal secara rutin.
  •  Menghindari infeksi dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mendapatkan vaksinasi yang di perlukan.

Gejala Sindrom Nefrotik yang Harus di Perhatikan

Gejala sindrom nefrotik bisa bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada tingkat kerusakan ginjal dan jumlah protein yang bocor. Beberapa gejala umum sindrom nefrotik adalah:

·       Bengkak (edema)

Gejala ini bisa menjangkit area wajah, mata, tangan, kaki, perut, atau seluruh tubuh. Bengkak ini terjadi karena kelebihan cairan yang tertahan di jaringan tubuh akibat kehilangan protein.

·       Urine berbusa atau berwarna gelap

Urine ini terjadi karena adanya protein yang bocor ke urine (proteinuria).

·       Lelah, lemah, atau kurang nafsu makan

Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan protein yang di butuhkan untuk fungsi sel dan jaringan.

·       Peningkatan kadar lemak darah (hiperlipidemia)

Hal ini terjadi karena tubuh mencoba mengganti protein yang hilang dengan meningkatkan produksi lemak.

·       Penurunan kadar protein darah (hipoalbuminemia)

Hal ini terjadi karena protein yang bocor ke urine tidak bisa di kembalikan ke darah.
Gejala sindrom nefrotik bisa semakin parah jika tidak di obati dengan baik. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat sindrom nefrotik adalah:

a.       Gagal ginjal kronis.

Hal ini terjadi jika kerusakan ginjal semakin bertambah dan ginjal tidak bisa lagi menyaring darah dengan baik. Gejala gagal ginjal kronis antara lain penurunan produksi urine, gatal-gatal, mual, muntah, sesak napas, bau mulut, dan kebingungan.

b.       Gagal jantung kongestif

Hal ini terjadi jika tekanan darah tinggi akibat sindrom nefrotik menyebabkan jantung bekerja lebih keras dan melemah. Gejala gagal jantung kongestif antara lain sesak napas, batuk, pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki, peningkatan berat badan, dan denyut jantung tidak teratur.

c.       Infeksi berulang.

Hal ini terjadi jika sistem kekebalan tubuh melemah akibat kekurangan protein dan obat-obatan yang menekan sistem imun. Infeksi yang sering terjadi pada pasien sindrom nefrotik antara lain infeksi saluran kemih, infeksi kulit, infeksi pernapasan, dan infeksi darah (sepsis).

d.       Malnutrisi

Hal ini terjadi jika tubuh tidak mendapatkan asupan protein dan nutrisi lain yang cukup akibat kehilangan protein dan nafsu makan yang menurun. Malnutrisi bisa menyebabkan anemia, osteoporosis, pertumbuhan terhambat pada anak-anak, dan gangguan fungsi organ lain.

e.       Kematian

Hal ini terjadi jika komplikasi sindrom nefrotik tidak di tangani dengan segera dan tepat.

Penyebab Sindrom Nefrotik yang Dapat Kamu Hindari

Sindrom nefrotik bisa di sebabkan oleh berbagai penyakit yang menyebabkan kerusakan pada glomerulus, yaitu bagian dari ginjal yang bertugas menyaring darah dari zat-zat berbahaya.

Kerusakan glomerulus menyebabkan pori-pori pada glomerulus menjadi lebih besar dan membiarkan protein besar seperti albumin bocor ke urine.
Penyakit yang bisa menyebabkan sindrom nefrotik, yaitu:

  • Penyakit ginjal primer, yaitu penyakit yang hanya menyerang ginjal tanpa ada penyakit lain yang mendasarinya. berikul adalah beberapa contoh penyakit ginjal primer sehingga dapat menyeabkan penyakit sindrom nefrotik
  • Glomerulonefritis minimal change (MCD), yaitu peradangan glomerulus tanpa adanya kelainan struktural yang tampak pada mikroskop. Penyebab MCD belum di ketahui pasti, tetapi di duga berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. MCD adalah penyebab sindrom nefrotik paling umum pada anak-anak.
  • Glomerulosklerosis fokal segmental (FSGS), yaitu pengerasan glomerulus secara parsial atau sebagian. Penyebab FSGS juga belum di ketahui pasti, tetapi di duga berkaitan dengan faktor genetik, obesitas, infeksi HIV, atau penggunaan obat-obatan tertentu. FSGS adalah penyebab sindrom nefrotik paling umum pada orang.

Demikinlah ulasan tentang apa itu sindrom nofretik, dan beberapa gejala dan penyebabnya. Semoga artikel ini dapat membantu kamu yang sedang mengalami penyakit tersebut. Terima kasih!

 

Baca artikel dan berita menarik dari Googlywoogly.co

Baca juga artikel seputar Nutrisi dan Perawatan atau berita teknologi dari cuaninaja.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *